Dr. Een Walewangko Dipercaya Menjadi Penanggap Utama Sarasehan 100 Ekonom

Dr. Een Walewangko Dipercaya Menjadi Penanggap Utama Sarasehan 100 Ekonom

Ketua dan Sekretaris ISEI Manado Berkontribusi dalam Buku 100 Ekonom Indonesia 2026


JAKARTA — Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado patut berbangga. Dua pimpinan organisasi tersebut, yakni Ketua ISEI Cabang Manado Prof. Joy Elly Tulung, S.E., M.Sc., Ph.D. dan Sekretaris Dr. Een N. Walewangko, S.E., M.S.E., dipercaya berkontribusi dalam penulisan Buku Pemikiran 100 Ekonom Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).

Selain menyumbangkan pemikiran dalam buku tersebut, Dr. Een Walewangko memperoleh kepercayaan tambahan sebagai salah satu penanggap utama dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, Kamis (3/9/2026), di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Forum yang diselenggarakan INDEF bersama Metro TV tersebut mengangkat tema “Berlayar di Tengah Gelombang Global, Menjaga Daya Tahan Ekonomi Nasional.” Tema ini menggambarkan pentingnya merumuskan kebijakan ekonomi yang adaptif di tengah ketidakpastian global dan berbagai tantangan struktural perekonomian nasional.

Dr. Een, yang juga merupakan ekonom dan akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi, menjadi penanggap pada sesi kedua bertajuk “Pertaruhan Ruang Fiskal: Penerimaan Lemah, Belanja Megah.”

Dalam sesi tersebut, Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan arah kebijakan fiskal pemerintah, termasuk tantangan memperkuat penerimaan negara, meningkatkan kualitas belanja, dan menjaga kesinambungan fiskal di tengah kebutuhan pembiayaan pembangunan yang semakin besar.


Sebagai penanggap, Dr. Een mempersiapkan tiga pertanyaan kritis dan sejumlah tanggapan terhadap materi Menteri Keuangan. Pandangannya diharapkan memperkaya pembahasan mengenai keseimbangan antara ekspansi belanja pemerintah, kapasitas penerimaan negara, stabilitas makroekonomi, serta dampak kebijakan fiskal terhadap pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat. (SulutDaily)

Sementara itu, Prof. Joy Elly Tulung pada tahun ini kembali mendapat undangan untuk menyumbangkan gagasan dalam Buku Pemikiran 100 Ekonom Indonesia. Kepercayaan tersebut merupakan yang ketiga kalinya diterima Prof. Joy untuk berkontribusi dalam buku yang menghimpun pandangan dan rekomendasi para ekonom dari berbagai daerah dan bidang keahlian di Indonesia.

Prof. Joy juga diundang untuk menghadiri Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026. Namun, karena memiliki agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan, ia berhalangan hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut.

Dengan demikian, ISEI Cabang Manado diwakili oleh Ketua dan Sekretarisnya dalam Buku Pemikiran 100 Ekonom Indonesia 2026. Dr. Een juga mewakili ISEI Manado secara langsung dalam forum sarasehan sebagai penanggap utama, sedangkan Prof. Joy tetap memberikan kontribusi melalui pemikiran tertulis.

Keterlibatan kedua pimpinan ISEI Cabang Manado tersebut memiliki arti penting karena membawa perspektif Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur ke dalam diskursus kebijakan ekonomi nasional. Hal ini juga memperlihatkan bahwa akademisi dan ekonom daerah memiliki kapasitas serta posisi strategis dalam memberikan analisis yang kritis, konstruktif, dan berbasis riset terhadap berbagai persoalan ekonomi Indonesia.

Sarasehan 100 Ekonom Indonesia merupakan forum yang mempertemukan ekonom, akademisi, pemerintah, otoritas sektor keuangan, dan pelaku industri. Selain persoalan fiskal, forum tahun ini turut membahas tantangan intermediasi dan likuiditas perbankan serta peran Danantara dalam mendorong hilirisasi mineral kritis.

Bagi keluarga besar ISEI Cabang Manado, kepercayaan kepada Prof. Joy Elly Tulung dan Dr. Een Walewangko merupakan pencapaian yang membanggakan. Kehadiran Ketua dan Sekretaris dalam Buku Pemikiran 100 Ekonom Indonesia 2026, ditambah peran Dr. Een sebagai penanggap utama dalam sarasehan, semakin menegaskan kontribusi ISEI Manado dalam memberikan pemikiran dan rekomendasi bagi pembangunan ekonomi nasional yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Kembali ke Berita